Thursday, 8 November 2012

Zu viel zu tun, aber zu kurz die Zeit hab ich

Semenjak KKN waktu berlalu secepat kecepatan cahaya! Duit juga datang dan pergi secepat kecepatan Rasulullah waktu Isra Miraj *lebay* Tapi semua hal yang berlalu itu sangat-sangat-sangat menyenangkan, walaupun ada yang sedih juga, tapi ga bikin jadi kehilangan semangat hidup, malah dengan sangat sadar aku rasain, kalo ini tuh sedang dalam proses pendewasaan diri. Gile lu ndro si gue sekarang udah berkepala 2! hahaha melepas predikat anggota angkatan 2009 yang paling akhir menyandang umur belasan.

But there’s a little problem, kondisi badan tidak mendukung semua hal-hal menyenangkan ini. Percaya ga percaya, akhir-akhir ini si gue tidur lebih dari 8 jam sehari, mungkin masuk 10 jam. Ini entah kebluk atau aku tidur dan masuk ke dunia avatar dan menemukan jodoh di sana terus kalo di dunia avatar aku tidur, kembalilah aku ke dunia ini tapi amnesia. Hmmmm bisa aja…..

Poko´e PELOR banget! NEMPEL MOLOR! Tiap nempel bantal atau sesuatu yang empuk (apa coba) pasti dalam 3 menit atau mungkin 3 detik langsung masuk ke alam bawah sadar. Kaya chibi maruko chan permirsa!! Ini tidak bisa ditahan atau dihindari, karena benar-benar dilakukan tanpa sadar. Setelah dianalisis, mungkin karena kegiatan-kegiatan yang akhir-akhir ini bejibun, otak merasa kaget dengan bertambahnya hal-hal yang perlu dipikirka dan menyebabkan nyut-nyutan dan memaksa tubuh untuk segera merefresh diri dengan tidur.

Apalagi sekarang, karena meine liebe Oma sedang sakit di rumah sakit di Yogyakarta (doain cepet sembuh ya) dan mama sebagai anak berkewajiban untuk mengurus, jadi si mama ke Yogya dan si gue yang berubah jadi ibu rumah tangga. Meeeeeeeen! Dengan kejadian ini aku belum mau jadi IRT, kecuali udah punya duit banyak jadi bisa nyewa maid. Karena banyak banget yang harus dikerjain dan dipikirkan, terutama masak! Ya masak sodara-sodara! Bingung mikirin ntar makan lauknya apa, gimana bikinnya. Semakin terasahlah bakat memasak aku dan bakat menghancurkan masakan tersebut, keasinanlah, kemanisan, kepedesan, keabsurdan rasa dan bentuknya.

Proposal, kerja, kuliah, tugas, masak, ngurus rumah, ngurus kucing, ngurus keluarga, subhanalloh….

Haduh haduh haduh banget deh! Aku ga ngeluh lo ini, hanya menceritakan bagaimana rasanya itu semua, tidak menjadi beban atau apa. Semoga dengan post ini malah tiba-tiba ada relawan atau relawati yang mau ngirim makanan, ngerjain tugas-tugas kuliah dan sebagainya. Ditunggu ya!

Sunday, 9 September 2012

Kapan??

Kapan saya nulis blog?? Kapan hey saya!! Sampe jadi fosil gini ni blog. Harus dikoreh-koreh dulu sama arkeolog baru bisa dibuka. Banyak yang harus ditulis heeeey, kalo ngga saya lupa dimasa tua kelak. Cerita-cerita tersuper dan terkeren sepanjang hidup, yang mungkin ga bakal keulang.

Baiklaaaaaaaaaaaah, dengan menimbang, mengimunisasi dan memberi vitamin a setiap 6 bulan sekali, saya memutuskan untuk mulai menulis blog lagi!! Tepuk tangan dulu dong sodara-sodara! Terima kasih.

Tapi sebelum saya memulai, saya mau mandi dan nonton kartun dulu ya
Tschüüüüüs :*

Saturday, 24 March 2012

Maafkan Daku

Tenang... tenang... ini bukan postingan galau (eeemmm galau ga yaaaa?). Bukan galau yang itu maksudnya (eeeemmm itu yang mana yaaaa?). Apaan sih!! (eeemmmm apa yaaaa?). Ok stop


Jadi gini, ada yang inget postingan ini? Postingan jaduuuuuul sekali. Entah mengapa semenjak post ini terpublish, beberapa minggu kemudian Vennia ga mau lagi difoto. Serius! Ini menjadi misterius! Terkadang jadi nyebelin, karena foto keluarga di tempat rekreasi aja ga mau sampe mewek-mewek. Mengapa ini terjadiiiiiiiiiih!! Membuat saya kakanya jadi suka alay sendiri. Padahal kalo alay bareng lebih rame!


Tapi tadi saya tau jawabannya heu heu heu (dibunyikan seperti ketawa orang songong). Tadi saya foto-foto alay disebuah taman, mau liat? Ga usah la yah, pokonya mirip Kate Middleton. Naaah fotografernya adalah Vennia. Biasanya jadi fotografer juga ngamuk-ngamuk, pokonya menjauhi segala yang berbau perpotoan (tapi sempet kepoin hpnya, dia juga doyan poto-poto gaya abg masa kini). Tapi tidak! Dia ngga ngamuk! Mungkin kegetekkannya dengan kata foto sudah mencair.


Taukah wahay teman-teman semuamuanya, ternyata dia jadi antifoto karenaaaaaaa
karena postingan yang tadi aku ingetin.


Setelah post itu terpublish. Dia dan teman-temannya jaman SD pergi ke warnet, mencari tugas sih katanya. Tapi dasar emang anak iseng jaman barbar baru ketemu internet. Maen-maen mereka sama mbah gugel! Ngesearch nama-nama mereka sendiri dan neliat hasilnya apa (gue juga gitu sih dulu, dan pas nama sendiri yang keluar kebanyakan batu nisan). Tebak pas bagian nama ade gue ape? Yap blog ini mampang dengan manis di page pertama. Di post itu ada foto-foto yang menurut temen-temennya sama sekali jauh dari kata kece. Yang kece itu adalah foto sambil senyum abstrak dan mata disipit-sipit. Tapi jauh dari itu, si Vennia sedang mangap dan kakanya (yang kalo didepan teman-temannya suka sok-sok dewasa, berwibawa dan tegas) sedang berpose ala hamster kejepit.


Akibat foto biadab itu, ade aku diketawai dengan merdunya sampe pundung hampir 2 tahun. Dasyat banget emang efeknya. Semoga lekas sembuh deh

Thursday, 22 March 2012

Kosenamen

Betrifft: Kosenamen


Ich bin der Anschicht, dass diese Internetsmeldung zum Thema "Kosenamen" interessant ist. Das sehe ich ganz anders. Weder "Tofunäschen" noch "mein kleines Sahnekännchen" sind "Schatz" oder "Mausi" aber romantischer. Es könnte sein, dass die Verliebte sich gerne mal andere Kosenamen bezeichnen, weil "Schatz" allzu oft von vielen Liebespaaren verwendet wird.
Bei uns nennen viele Liebespaare ihr Partner oder ihre Partnerin "sayang". Für meinen Freund und mich gibt es keine besondere Kosenamen. In seinem Handy speichert er meinen Name "Si yang hanya satu" und ich speichere seinen Name "cuyung". Wenn mein Freund mich mit einem Kosenamen nennen würde, dann würde ich mich ja fremd fühlen. Es ist schöner, wenn er mich bei meinem richtigen Namen mit weicher Stimme rufen.


Mit freundlichen Grüßen


Arviana Shela





Ini tugas yang sempet membuat kepundungan. Dikerjakan dengan penuh memori kepundungan, ga pernah berusaha mikirin, tapi datang aja sendiri dengan ga sopan, tau aja cuaca sedang mendung. Ini kan surat romantis, harusnya senang, ko jadi miris.
Sedih. Kenapa harus banyak pundung akhir-akhir ini. Takut... takut banget banget. Takut izin dari Alloh dicabut.