Kapan saya nulis blog?? Kapan hey saya!! Sampe jadi fosil gini ni blog. Harus dikoreh-koreh dulu sama arkeolog baru bisa dibuka. Banyak yang harus ditulis heeeey, kalo ngga saya lupa dimasa tua kelak. Cerita-cerita tersuper dan terkeren sepanjang hidup, yang mungkin ga bakal keulang.
Baiklaaaaaaaaaaaah, dengan menimbang, mengimunisasi dan memberi vitamin a setiap 6 bulan sekali, saya memutuskan untuk mulai menulis blog lagi!! Tepuk tangan dulu dong sodara-sodara! Terima kasih.
Tapi sebelum saya memulai, saya mau mandi dan nonton kartun dulu ya
Tschüüüüüs :*
Sunday, 9 September 2012
Saturday, 24 March 2012
Maafkan Daku
Tenang... tenang... ini bukan postingan galau (eeemmm galau ga yaaaa?). Bukan galau yang itu maksudnya (eeeemmm itu yang mana yaaaa?). Apaan sih!! (eeemmmm apa yaaaa?). Ok stop
Jadi gini, ada yang inget postingan ini? Postingan jaduuuuuul sekali. Entah mengapa semenjak post ini terpublish, beberapa minggu kemudian Vennia ga mau lagi difoto. Serius! Ini menjadi misterius! Terkadang jadi nyebelin, karena foto keluarga di tempat rekreasi aja ga mau sampe mewek-mewek. Mengapa ini terjadiiiiiiiiiih!! Membuat saya kakanya jadi suka alay sendiri. Padahal kalo alay bareng lebih rame!
Tapi tadi saya tau jawabannya heu heu heu (dibunyikan seperti ketawa orang songong). Tadi saya foto-foto alay disebuah taman, mau liat? Ga usah la yah, pokonya mirip Kate Middleton. Naaah fotografernya adalah Vennia. Biasanya jadi fotografer juga ngamuk-ngamuk, pokonya menjauhi segala yang berbau perpotoan (tapi sempet kepoin hpnya, dia juga doyan poto-poto gaya abg masa kini). Tapi tidak! Dia ngga ngamuk! Mungkin kegetekkannya dengan kata foto sudah mencair.
Taukah wahay teman-teman semuamuanya, ternyata dia jadi antifoto karenaaaaaaa
karena postingan yang tadi aku ingetin.
Setelah post itu terpublish. Dia dan teman-temannya jaman SD pergi ke warnet, mencari tugas sih katanya. Tapi dasar emang anak iseng jaman barbar baru ketemu internet. Maen-maen mereka sama mbah gugel! Ngesearch nama-nama mereka sendiri dan neliat hasilnya apa (gue juga gitu sih dulu, dan pas nama sendiri yang keluar kebanyakan batu nisan). Tebak pas bagian nama ade gue ape? Yap blog ini mampang dengan manis di page pertama. Di post itu ada foto-foto yang menurut temen-temennya sama sekali jauh dari kata kece. Yang kece itu adalah foto sambil senyum abstrak dan mata disipit-sipit. Tapi jauh dari itu, si Vennia sedang mangap dan kakanya (yang kalo didepan teman-temannya suka sok-sok dewasa, berwibawa dan tegas) sedang berpose ala hamster kejepit.
Akibat foto biadab itu, ade aku diketawai dengan merdunya sampe pundung hampir 2 tahun. Dasyat banget emang efeknya. Semoga lekas sembuh deh
Jadi gini, ada yang inget postingan ini? Postingan jaduuuuuul sekali. Entah mengapa semenjak post ini terpublish, beberapa minggu kemudian Vennia ga mau lagi difoto. Serius! Ini menjadi misterius! Terkadang jadi nyebelin, karena foto keluarga di tempat rekreasi aja ga mau sampe mewek-mewek. Mengapa ini terjadiiiiiiiiiih!! Membuat saya kakanya jadi suka alay sendiri. Padahal kalo alay bareng lebih rame!
Tapi tadi saya tau jawabannya heu heu heu (dibunyikan seperti ketawa orang songong). Tadi saya foto-foto alay disebuah taman, mau liat? Ga usah la yah, pokonya mirip Kate Middleton. Naaah fotografernya adalah Vennia. Biasanya jadi fotografer juga ngamuk-ngamuk, pokonya menjauhi segala yang berbau perpotoan (tapi sempet kepoin hpnya, dia juga doyan poto-poto gaya abg masa kini). Tapi tidak! Dia ngga ngamuk! Mungkin kegetekkannya dengan kata foto sudah mencair.
Taukah wahay teman-teman semuamuanya, ternyata dia jadi antifoto karenaaaaaaa
karena postingan yang tadi aku ingetin.
Setelah post itu terpublish. Dia dan teman-temannya jaman SD pergi ke warnet, mencari tugas sih katanya. Tapi dasar emang anak iseng jaman barbar baru ketemu internet. Maen-maen mereka sama mbah gugel! Ngesearch nama-nama mereka sendiri dan neliat hasilnya apa (gue juga gitu sih dulu, dan pas nama sendiri yang keluar kebanyakan batu nisan). Tebak pas bagian nama ade gue ape? Yap blog ini mampang dengan manis di page pertama. Di post itu ada foto-foto yang menurut temen-temennya sama sekali jauh dari kata kece. Yang kece itu adalah foto sambil senyum abstrak dan mata disipit-sipit. Tapi jauh dari itu, si Vennia sedang mangap dan kakanya (yang kalo didepan teman-temannya suka sok-sok dewasa, berwibawa dan tegas) sedang berpose ala hamster kejepit.
Akibat foto biadab itu, ade aku diketawai dengan merdunya sampe pundung hampir 2 tahun. Dasyat banget emang efeknya. Semoga lekas sembuh deh
Thursday, 22 March 2012
Kosenamen
Betrifft: Kosenamen
Ich bin der Anschicht, dass diese Internetsmeldung zum Thema "Kosenamen" interessant ist. Das sehe ich ganz anders. Weder "Tofunäschen" noch "mein kleines Sahnekännchen" sind "Schatz" oder "Mausi" aber romantischer. Es könnte sein, dass die Verliebte sich gerne mal andere Kosenamen bezeichnen, weil "Schatz" allzu oft von vielen Liebespaaren verwendet wird.
Bei uns nennen viele Liebespaare ihr Partner oder ihre Partnerin "sayang". Für meinen Freund und mich gibt es keine besondere Kosenamen. In seinem Handy speichert er meinen Name "Si yang hanya satu" und ich speichere seinen Name "cuyung". Wenn mein Freund mich mit einem Kosenamen nennen würde, dann würde ich mich ja fremd fühlen. Es ist schöner, wenn er mich bei meinem richtigen Namen mit weicher Stimme rufen.
Mit freundlichen Grüßen
Arviana Shela
Ini tugas yang sempet membuat kepundungan. Dikerjakan dengan penuh memori kepundungan, ga pernah berusaha mikirin, tapi datang aja sendiri dengan ga sopan, tau aja cuaca sedang mendung. Ini kan surat romantis, harusnya senang, ko jadi miris.
Sedih. Kenapa harus banyak pundung akhir-akhir ini. Takut... takut banget banget. Takut izin dari Alloh dicabut.
Ich bin der Anschicht, dass diese Internetsmeldung zum Thema "Kosenamen" interessant ist. Das sehe ich ganz anders. Weder "Tofunäschen" noch "mein kleines Sahnekännchen" sind "Schatz" oder "Mausi" aber romantischer. Es könnte sein, dass die Verliebte sich gerne mal andere Kosenamen bezeichnen, weil "Schatz" allzu oft von vielen Liebespaaren verwendet wird.
Bei uns nennen viele Liebespaare ihr Partner oder ihre Partnerin "sayang". Für meinen Freund und mich gibt es keine besondere Kosenamen. In seinem Handy speichert er meinen Name "Si yang hanya satu" und ich speichere seinen Name "cuyung". Wenn mein Freund mich mit einem Kosenamen nennen würde, dann würde ich mich ja fremd fühlen. Es ist schöner, wenn er mich bei meinem richtigen Namen mit weicher Stimme rufen.
Mit freundlichen Grüßen
Arviana Shela
Ini tugas yang sempet membuat kepundungan. Dikerjakan dengan penuh memori kepundungan, ga pernah berusaha mikirin, tapi datang aja sendiri dengan ga sopan, tau aja cuaca sedang mendung. Ini kan surat romantis, harusnya senang, ko jadi miris.
Sedih. Kenapa harus banyak pundung akhir-akhir ini. Takut... takut banget banget. Takut izin dari Alloh dicabut.
Wednesday, 21 March 2012
Dilema Remaja Tingkat Akhir
Dia datang dari berbagai sudut, mencoba menggerogoti hidup yang bahagia dan indah. Tergigit di banyak sudut, sembuh... akan sembuh dengan waktu dan rasa sabar. Tapi lihat itu banyak bekas! Tunggu...ikuti waktu dan bawa sabar, yakin bakal tidak ada bekas yang terlihat apalagi terasa.
Baju yang dulu mewah, kini mulai atau bahkan sudah lusuh. Ingat bawa sabar, ajak juga ikhlas, nanti Tuhan kasih baju baru yang lebih mewah. Jangan munafik, baju yang lebih mewah itu bisa jadi lusuh lagi, tapi yakin yang ini cukup dicuci sedikit sudah kembali menjadi mewah, tidak akan sampai compang-camping seperti sekarang.
Siap naik kelas arvi, siap jadi dewasa. Ayo buang itu sifat kekanak-kanakan. Ayo menjadi keren! Tidak seperti ini, kenapa jadi seperti ini, seharusnya, biasanya tidak begini. Mari masuk fase baru sambil senyum.
Baju yang dulu mewah, kini mulai atau bahkan sudah lusuh. Ingat bawa sabar, ajak juga ikhlas, nanti Tuhan kasih baju baru yang lebih mewah. Jangan munafik, baju yang lebih mewah itu bisa jadi lusuh lagi, tapi yakin yang ini cukup dicuci sedikit sudah kembali menjadi mewah, tidak akan sampai compang-camping seperti sekarang.
Siap naik kelas arvi, siap jadi dewasa. Ayo buang itu sifat kekanak-kanakan. Ayo menjadi keren! Tidak seperti ini, kenapa jadi seperti ini, seharusnya, biasanya tidak begini. Mari masuk fase baru sambil senyum.
Subscribe to:
Posts (Atom)