Wednesday, 3 August 2011

Copas (belom izin lagi)

sumber: dari note temen di facebook. dia juga copas

"Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki."

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.

Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai wanita, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.

Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.

Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.

Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.

Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.

Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.

Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.

Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.

Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.

Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.

Dan yang akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi..

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.



sumpah suka banget ini. walopun ada beberapa bagian yang beda sama pemahaman aku, tapi minoritas sih, mayoritas setuju. aku bukan tipe orang yang sangat agamis atau tipe-tipe anak rohis gitu, kadang malah ga tertarik (dari bacaan-bacaan, no meaning, kebanyakan yang aku baca kaku banget), tapi yang ini subhanallah ya, ampe berkaca-kaca bacanya, ampe bergetar si hati. salute buat yang bikin entah siapa.

ini agak ga nyambung sebenernya tapi jadi inget. kalo kata herr amir, orang yang belum pernah pacaran atau jatuh cinta tuh pasti belum beneran hidup, karena segalanya teratur belom ada gejolak-gejolak yang kentara banget di hidup. setelah mengalami serius itu banyak banget masalah baru, ada yang berat ada yang ringan. tapi ga dianggap masalah yang bermasalah, malah seneng karena merasa lebih hidup, biasanya aman-aman mulu sekarang lebih ada sesuatu gitu. ibarat langit malem yang rame sama bintang, indah-indah kalem, tapi sekarang ditambah kembang api, berisik, panas, bisa jadi bahaya, tapi indah.

Wednesday, 27 July 2011

Amicu

Liat itu di jam dinding di rumah, menunjukkan pukul setengah 3 kurang ketika saya liat barusan, kurang berapa saya juga ga paham karena saya ga fasih baca jam analog, yah yang penting mudah-mudahan fasih baca Quran. Tapi ini saya bingung sekali, jam di laptop saya bilang ini jam 7.17 pagi, gila apa laptop saya itu, ada di indonesia tapi pake aturan waktu afrika ckck.

Saya kebangun tadi, tepat jam 1, keren pisan pas buka mata dan liat jam di hp si 12.59 sedang mentransform diri jadi 01.00, tidak tau kenapa rasanya senang. Kenapa hayo say bangun? Sekedar informasi, sodaranya kucing saya lagi nginep di rumah, ah dia ga sopan ribut ngeong-ngeong terus, ternyata di luar rumah juga ada yang ngeong-ngeong, ga tau kucing mana, cewenya kali, jadi aja saya bangun, buka pintu balkon, terus ngusir sodaranya kucng saya itu. Ah beres perkara, tapi perkara saya belum bisa tidur lagi belum beres.

Saya cek inbox hape, oh ada sms dari Sekar dari Ica kalo kamu mau tau. Ih tapi ga ada sms dari si cuyung! Dasar nakal, aku ga di smsin, pasti lagi selingkuh, semoga dugaan saya benar selingkuhnya sama skripsi, kalo itu rela, kalo bukan wah, biar sajalah mumpung masih muda, jadi ga bisa disebut tua-tua keladi, got the point? karena masih muda *apaan sih*. Oh balik lagi ke sms, mereka jodoh kali ya (Ica sama Sekar), sms dengan tujuan sama, minta file tugas übersetzung, ih so sweet deh. Jadi saya pergi ke kompi papa, berniat, dan melaksanakan niat dan amanah, ngescan lembar tugas, terus di share ke mereka lewat facebook aja deh biar keliatan gaul. Amanah terlaksana, terus aku ngapain lagi dong?

Aku log in twitter, log in blogger, log in tumblr, semuanya aku liatin dan baca-baca yang ingin dibaca. Ah kepala jadi pusing, butuh tidur, tapi ga bisa. Dan sekarang jadinya saya lagi ngepost sesuatu yang ga tau hanya ingin menulis. Eh jadi inget kejadian hari ini, diawali dengan marah-marah karena Vennia lama sekali mandinya, dateng ke kampus tepat waktu, ngebubur yang tidak masuk akal (tapi masuk perut) sama Ikhsan Peryoga. Indah banget... Belum lagi siang dan seterusnya, kuliah SP, duduk bareng kawan-kawan tersayang, merhatiin Herr Amir dan ocehannya, ke kosan Ica, ketawa-ketawa ga ada habisnya sampe pulang ngampus, ngantuk di kelas Herr Ending, untung ada permen kopi dari Sekar, ke kosan baru Tyas yang adem dan ada kamar mandinya di dalem, harganya mahal sih 6 juta katanya, terus kebut-kebutan sampe nangis di boncengin Ica ke Ciwalk, padahal dia nebeng tapi ko aku yang tersiksa, mau ke trans studio dia, hah dasar anak mainstream. Ya begitu deh hari ini, eh hari kemaren deng, lupa hari.

Intinya sih, saya kangen banget banget banget nongkrong sama temen-temen saya yang udah diebut di atas itu. Kaya yang udah lamaaaaaa banget ga ketemu, saya sih yang jarang ngumpul, sibuk bersenang-senang dengan yang lain dulu, tapi saya ga lupa kalian-kalian itu bedanya dengan peribahasa nemu yang baru lupa yang lama. Kata mereka, saya tambah kurus, ugh jadi sedih. Hayu ah karokean









tidak taulah, yang penting ngetik aja

Wednesday, 20 July 2011

Saya akui saya sedang galau! Dan saya benci itu! Dan judul post ini kenapa jadi panjang sekali

Saya ingin curhat.. tapi sama siapa.. sama apa..

Sama facebook? Sama twitter? Sama blog?

Apa mereka ngasih solusi?? Sepertinya malah tambah bikin masalah



Yaaah sekedar pengumuman, saya semakin benci dunia maya. Karena mereka sangat dibutuhkan. Butuh bikin status.. butuh bikin tweet..

Ga ada yang lain gitu???

Sebenernya ingin bikin status banyak!! Tapi isinya sepertinya curhat semua, menjijikan. Mengumbar masalah di dunia yang semua orang bakal tau rahasia kamu. Oh saya tahan karena saya ga ingin bikin masalah baru dan terlihat seperti lemah (but yes I am). Facebook sudah bisa saya tahan, blog lumayan, tinggal twitter. Dalam proses..

Sudah ah daripada tambah kesal dan memanjang!











Ayolah berbaur dengan dunia saya, saya terus mencoba berbaur dengan duniamu, membuat nyaman di sana, dan iya saya nyaman. Can you do that to me?? Just like that :((

There’s only something from you in my world that no one can give it to me. You say it’s ok, don’t mind it, but I know it’s really sure not okay.





Saya yang sangat ingin tidur, tapi sangat tidak bisa

Friday, 15 July 2011

Buah Jatuh Ga Jauh Dari Pohonnya

Sumpeh baru percaya sama pepatah "Buah jatuh Ga Jauh Dari Pohonnya"! Emang telat kayanya baru sekarang ngehnya ehehhe. Karena awalnya sangat tidak percaya!! Contoh nyata:




  • Papa aku tuh keren abeeezzz (saking kerennya ampe alay gitu), beliau bisa main segala jenis alat musik, dari tiup, petik, gesek dan pijit-pijit. Dan gue mau bisa gitu! Dan nyatanya ga bisa!! Alat musik yang paling mahir yang bisa gue mainin - dan satu-satunya- adalah... Suling Recorder! Dan yap serius gue mahir, sering dipuji ama guru waktu SD dan SMP, apalagi waktu SD, pertama kali niup ga pake fales #bangga. Cepet cari nada juga kalo ingin mainin lagu apa gitu. But it's only a recoder flute!!! Manya BIOLA, maunya PIANO, maunya SAXOPHONE, maunya GITAR!!! Belum ada yang bisa ngajarin, paling gitar, itu juga baru satu kali pertemuan *colek pake pacul ke pacar sendiri*.




  • Mama aku jagoooooooo banget masak!! segala bahan masakan yang dia pegang dan racik bisa dengan magicnya mantap sekali!! Ga ada duanya! Selau bangga kalo bawa makanan ke sekolah dulu atau kampus sekarang, karena suka dimintain dan abis itu bilang enak, bikin anak-anak kos jadi kangen mamanya dirumah hehe. Atau suka bikin kue buat acara kecil-kecilan himpunan dan bikin yang beli ketagihan. Lha gue!! Masak telor ceplok juga takut! masak teribet yang bisa gue bikin cuma 2, chiken donburi sama tom yam. Atau karedok, beberapa macam sambel, mie, paling ahli masak air - klise -. Tapi mama aku jaman single juga ga malah ga bisa masak sama sekali sih, pas nikah dan sudah beranak 2 aja jadi makin ahli dan doyan ikut kursus. Mungkin harus nikah dulu nih gue *ngiler*




  • Papa aku (lagi) itu bagai pablo picasso!! Pinter banget soal persenian rupa-rupa! Jelaslah, anak FRSD ITB. Gue?? Paling bikin gunung terus ditengah-tengah ada jalan.




  • Oma aku pinter banget nari balet, terus main piano gospel buat di gereja-gereja gitu. Tuntutan anak turunan kompeni. Kayanya sih aku ada passion ke nari, waktu SD aja ikutan jaipongan, kalo agustusan suka tampil di panggung RW, atau di kampus sam di Goethe sempet nari khas Jerman, tapi yang paling parah adalah waktu tari saman di acara wisuda! Siapa pengacaunya??? Aku!!! ahahaha




  • Papa aku (immer wieder) emang multitalented bangetlah, tapi sedih ga ada yang nurun aku. harus belajar otodidak kayanya biar gen itu pada aktif semua. Masalah elektronik dan perbengkelan juga bisa, masakan sunda ahlinya. Wah keren deh. Pinter mengakali segalanya. Kayanya ada bakat dikit deh aku, soalnya soal elktronik, kadang-kadang aku bisa ngebenerin dengan ilmu kesotoyan.




  • Opa aku pinter ngebatik, ngelukis wayang di kulit domba, pinter sulap, pinter apa lagi ya, banyak. Opa aku udah meninggal dari tahun 2002, waktu itu baru kelas 6 SD, belum sempet belajar banyak, baru main banyak. Huhuhu Opa arvi kangen, Jogja ga ada Opa ga rame lagi :( Aduh sampe mata ini keringetan. Ich vermisse dich, mein bester Opa. Was machst du jetzt da? Wann treffen wir uns wieder?



Udah ah, point terakhir itu bikin aku mellow. jadi balik lagi ke si pepatah yang baru aku percaya. Di himpunan kampus, aku ngejabat sebagai Ketua Bidang Kesekretariatan dan waw!! Ternyata mama aku juga dulu kerja di Pemda jadi Sekretaris, kuliah juga berhubungan dengan itu. Dan tadi aku dikasih buku-buku jadul keren! Dasar-Dasar Organisasi, Dasar-Dasar Korespondensi Niaga, Sekretaris dan Tatawarkat, huih sesuai banget sama bidang yang aku geluti dan bingungi sekarang ini. makin seneng aja deh ngejabat amanah ini :D