Betrifft: Kosenamen
Ich bin der Anschicht, dass diese Internetsmeldung zum Thema "Kosenamen" interessant ist. Das sehe ich ganz anders. Weder "Tofunäschen" noch "mein kleines Sahnekännchen" sind "Schatz" oder "Mausi" aber romantischer. Es könnte sein, dass die Verliebte sich gerne mal andere Kosenamen bezeichnen, weil "Schatz" allzu oft von vielen Liebespaaren verwendet wird.
Bei uns nennen viele Liebespaare ihr Partner oder ihre Partnerin "sayang". Für meinen Freund und mich gibt es keine besondere Kosenamen. In seinem Handy speichert er meinen Name "Si yang hanya satu" und ich speichere seinen Name "cuyung". Wenn mein Freund mich mit einem Kosenamen nennen würde, dann würde ich mich ja fremd fühlen. Es ist schöner, wenn er mich bei meinem richtigen Namen mit weicher Stimme rufen.
Mit freundlichen Grüßen
Arviana Shela
Ini tugas yang sempet membuat kepundungan. Dikerjakan dengan penuh memori kepundungan, ga pernah berusaha mikirin, tapi datang aja sendiri dengan ga sopan, tau aja cuaca sedang mendung. Ini kan surat romantis, harusnya senang, ko jadi miris.
Sedih. Kenapa harus banyak pundung akhir-akhir ini. Takut... takut banget banget. Takut izin dari Alloh dicabut.
Thursday, 22 March 2012
Wednesday, 21 March 2012
Dilema Remaja Tingkat Akhir
Dia datang dari berbagai sudut, mencoba menggerogoti hidup yang bahagia dan indah. Tergigit di banyak sudut, sembuh... akan sembuh dengan waktu dan rasa sabar. Tapi lihat itu banyak bekas! Tunggu...ikuti waktu dan bawa sabar, yakin bakal tidak ada bekas yang terlihat apalagi terasa.
Baju yang dulu mewah, kini mulai atau bahkan sudah lusuh. Ingat bawa sabar, ajak juga ikhlas, nanti Tuhan kasih baju baru yang lebih mewah. Jangan munafik, baju yang lebih mewah itu bisa jadi lusuh lagi, tapi yakin yang ini cukup dicuci sedikit sudah kembali menjadi mewah, tidak akan sampai compang-camping seperti sekarang.
Siap naik kelas arvi, siap jadi dewasa. Ayo buang itu sifat kekanak-kanakan. Ayo menjadi keren! Tidak seperti ini, kenapa jadi seperti ini, seharusnya, biasanya tidak begini. Mari masuk fase baru sambil senyum.
Baju yang dulu mewah, kini mulai atau bahkan sudah lusuh. Ingat bawa sabar, ajak juga ikhlas, nanti Tuhan kasih baju baru yang lebih mewah. Jangan munafik, baju yang lebih mewah itu bisa jadi lusuh lagi, tapi yakin yang ini cukup dicuci sedikit sudah kembali menjadi mewah, tidak akan sampai compang-camping seperti sekarang.
Siap naik kelas arvi, siap jadi dewasa. Ayo buang itu sifat kekanak-kanakan. Ayo menjadi keren! Tidak seperti ini, kenapa jadi seperti ini, seharusnya, biasanya tidak begini. Mari masuk fase baru sambil senyum.
Saturday, 3 March 2012
Damai??? PALSU!
Nemu nih dari share-an di Facebook. Sebagai orang yang sering banget dicegat ama polisi, saya dengan senang hati menshare buat kawan-kawan sejagat mars.
PERHATIKAN INI
TRIK KENA TILANG
Hai temen- Temen semoga bermanfaat :
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga
pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang
taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat
teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (Pol) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?
Pol : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
Pol : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor
taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil
buku tilang?lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana?
kalo ada pasti saya pasang
Pol : Sudah?saya tilang saja?kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan
nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini
kan bukan mobil curian!
Pol : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima
aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya?Saya mau yg warna BIRU
aja
Pol : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak
berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
Pol : Inikan dalam
rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU? Dulu kamu bisa minta form
BIRU? tapi sekarang ini kamu Gak bisa? Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan
saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh
polisi)
Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ?
Pol : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU? Bapak kan yang gak mau
ngasih
Pol : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini
aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku
(sambil ngambil HP)
Wah ? wah hebat betul nih sopir ?. berani, cerdas dan trendy ? (terbukti dia
mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
Pol : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin
(sambil
berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan
?shoot pertama? (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )
Pol 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi
yg menilangnya)
lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan
singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.
Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
Pol 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil
polisi yang menilang)
Pol : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp..30.600 sambil
berkata ?nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini,
saya tunggu?..
Sop : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak?
Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada
saya, ?Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ... mau transfer uang tilang . Saya
berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? ?Hatiku senang banget pak,
walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.? ?Untung saya
paham macam2 surat tilang.?
Tambahnya, ?Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2
minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar
mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!?
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai
berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri
secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai
tilang... Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di
kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan
pungutan liar berupa pembengkakan nilai
tilang..
SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah
norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK
kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak
melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
info ini beritahukan teman, saudara sama keluarga Anda.
Berantas korupsi dari sekarang.....
Kenapa coba saya niat banget ngeshare ini? Karena eh karena saya sangat sering sekali dicegat sama polisi. Ntah alesannya apa, mungkin karena muka saya yang babyface ini jadi dikira anak sd lagi main motor-motoran hmmm. Setiap kali dicegat saya selalu pasang muka bete dan songong karena persuratan saya lengkap jadi aman, tapi damn damn shit banget kalo ternyata dompet saya lagi ga ikut (sering banget dah dompet ini dengan mandiri diam di kamar).
Dan pernah suatu waktu saya pertama kalinya dicegat karena emang ngelanggar dan ga bawa dompet dan cuma bawa pegangan 20ribu itu juga dibekelin sama meiner Lieber karena tau ga bawa dompet dan juga kondisi bensin yang udah digaris empty. Itu hati bagai ingin meledak karena ga tau harus gimana, asalnya mau dikasih surat tilang, yang warna merah itu dan disuruh sidang juga nyiapin uang sekitar 270ribu. WHAAAAAT? Mati deh gue! Akhirnya dengan muka memelas saya kasih deh itu selembar-lembarnya dua yang saya punya (bukan punya juga sih, ngutang :p), lolos lah aku dari jeratan surat tilang dan pulang dengan was-was berharap dan berdoa supaya ni bensin cukup nyampe rumah. Dan sekarang saya merasa sangat bodoh ditipu sama polisi dengan cara mengenaskan seperti itu.
Oya! Saya jelasin juga deh gimana ngelanggarnya. Waktu itu lagi di jalan Banda mau belok ke arah jalan Riau. Disitu ada perempatan dan lagi lampu merah. Biasanya kan kalo belok kiri jalan terus yak? Yaudah deh saya langsung belok, lagian ga ada keterangan apapun di sana. Pas belok langsung ada pos polisi dan polisi yang langsung menyetop saya. Karena terlalu gugup jadi ga bisa berargumen. Sekali lagi saya merasa dibodohi sama aparat hukum yang katanya melayani masyarakat dengan baik.
Lagi pernah juga, lagi ada operasi. Saya dicegat seperti biasa dan merasa persuratan udah lengkap. Saya kasih dah tuh STNK sama SIM dan ternyata STNK aku udah ga berlaku! HUWAW itu seriusan ga tau dan asalnya ingin ditilang tapi terus melobi supaya ngga dan jelaslah polisi minta jalur damai, tapi ga mau aku ngeluarin uang sedikit pun. Untung polisinya bisa ngerti walopun cemberut. Terus aku jalan lagi deh tuh, belum ada 10 meter aku dicegat lagi sama sebiji polisi tua. Dicegat dengan ga sopan karena main keplak aja bahu saya dengan kasar. Ya ngamuklah gueeee!! Baru juga tadi dicegat udah dicegat lagi aja, pake dikeplak lagi. Sumpah dah bete banget itu, membuat saya semakin benci polisi.
Taulah ya sekarang banyak polisi eksis di tipi. Saeful Bachrie lah Norman lah atau siapa itu yang bisa sulap atau polwan-polwan kece. Ceritanya mereka punya misi khusus buat merubah citra polisi yang sangar, tapi men ini ga ngerubah rasa bete saya sama polisi.
PERHATIKAN INI
TRIK KENA TILANG
Hai temen- Temen semoga bermanfaat :
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga
pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang
taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat
teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (Pol) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?
Pol : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
Pol : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor
taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil
buku tilang?lalu menulis dengan sigap
Sop : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana?
kalo ada pasti saya pasang
Pol : Sudah?saya tilang saja?kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan
nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini
kan bukan mobil curian!
Pol : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima
aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)
Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya?Saya mau yg warna BIRU
aja
Pol : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak
berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?
Pol : Inikan dalam
rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU? Dulu kamu bisa minta form
BIRU? tapi sekarang ini kamu Gak bisa? Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan
saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh
polisi)
Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ?
Pol : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU? Bapak kan yang gak mau
ngasih
Pol : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini
aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku
(sambil ngambil HP)
Wah ? wah hebat betul nih sopir ?. berani, cerdas dan trendy ? (terbukti dia
mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
Pol : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin
(sambil
berlalu)
Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan
?shoot pertama? (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )
Pol 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi
yg menilangnya)
lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan
singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.
Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi
Pol 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil
polisi yang menilang)
Pol : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)
Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp..30.600 sambil
berkata ?nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini,
saya tunggu?..
Sop : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak?
Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada
saya, ?Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ... mau transfer uang tilang . Saya
berkata ya silakan.
Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? ?Hatiku senang banget pak,
walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.? ?Untung saya
paham macam2 surat tilang.?
Tambahnya, ?Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2
minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar
mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!?
Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai
berikut:
SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri
secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.
Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai
tilang... Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di
kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan
pungutan liar berupa pembengkakan nilai
tilang..
SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.
Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah
norek Bank BUMN).
Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK
kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.
You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak
melebihi 50ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.
info ini beritahukan teman, saudara sama keluarga Anda.
Berantas korupsi dari sekarang.....
Kenapa coba saya niat banget ngeshare ini? Karena eh karena saya sangat sering sekali dicegat sama polisi. Ntah alesannya apa, mungkin karena muka saya yang babyface ini jadi dikira anak sd lagi main motor-motoran hmmm. Setiap kali dicegat saya selalu pasang muka bete dan songong karena persuratan saya lengkap jadi aman, tapi damn damn shit banget kalo ternyata dompet saya lagi ga ikut (sering banget dah dompet ini dengan mandiri diam di kamar).
Dan pernah suatu waktu saya pertama kalinya dicegat karena emang ngelanggar dan ga bawa dompet dan cuma bawa pegangan 20ribu itu juga dibekelin sama meiner Lieber karena tau ga bawa dompet dan juga kondisi bensin yang udah digaris empty. Itu hati bagai ingin meledak karena ga tau harus gimana, asalnya mau dikasih surat tilang, yang warna merah itu dan disuruh sidang juga nyiapin uang sekitar 270ribu. WHAAAAAT? Mati deh gue! Akhirnya dengan muka memelas saya kasih deh itu selembar-lembarnya dua yang saya punya (bukan punya juga sih, ngutang :p), lolos lah aku dari jeratan surat tilang dan pulang dengan was-was berharap dan berdoa supaya ni bensin cukup nyampe rumah. Dan sekarang saya merasa sangat bodoh ditipu sama polisi dengan cara mengenaskan seperti itu.
Oya! Saya jelasin juga deh gimana ngelanggarnya. Waktu itu lagi di jalan Banda mau belok ke arah jalan Riau. Disitu ada perempatan dan lagi lampu merah. Biasanya kan kalo belok kiri jalan terus yak? Yaudah deh saya langsung belok, lagian ga ada keterangan apapun di sana. Pas belok langsung ada pos polisi dan polisi yang langsung menyetop saya. Karena terlalu gugup jadi ga bisa berargumen. Sekali lagi saya merasa dibodohi sama aparat hukum yang katanya melayani masyarakat dengan baik.
Lagi pernah juga, lagi ada operasi. Saya dicegat seperti biasa dan merasa persuratan udah lengkap. Saya kasih dah tuh STNK sama SIM dan ternyata STNK aku udah ga berlaku! HUWAW itu seriusan ga tau dan asalnya ingin ditilang tapi terus melobi supaya ngga dan jelaslah polisi minta jalur damai, tapi ga mau aku ngeluarin uang sedikit pun. Untung polisinya bisa ngerti walopun cemberut. Terus aku jalan lagi deh tuh, belum ada 10 meter aku dicegat lagi sama sebiji polisi tua. Dicegat dengan ga sopan karena main keplak aja bahu saya dengan kasar. Ya ngamuklah gueeee!! Baru juga tadi dicegat udah dicegat lagi aja, pake dikeplak lagi. Sumpah dah bete banget itu, membuat saya semakin benci polisi.
Taulah ya sekarang banyak polisi eksis di tipi. Saeful Bachrie lah Norman lah atau siapa itu yang bisa sulap atau polwan-polwan kece. Ceritanya mereka punya misi khusus buat merubah citra polisi yang sangar, tapi men ini ga ngerubah rasa bete saya sama polisi.
Friday, 24 February 2012
Kayanya ibu lebih butuh kozui deh daripada duit
Kemaren itu kejadian paling absurd buat aku atau mungkin sepanjang hayat. Kejadian mencengangkan, mendebarkan hati, copot jantung, pokonya dag dig dug der DAIA!! *tiba-tiba muncul lelaki aneh pake wig merah* (apa sih)
Gini... pagi itu pagi yang bitter (bitter bahasa indonesianya apa sih? *ditimpuk kamus*), pagi yang terbuat dari segayung badmood, sekarung ga enak badan, dan sejumput sarapan pagi, serta sepanci cerewetnya mama pagi-pagi sama segentong jarkom yang bilang kalo jam 9 ga ada kuliah, dosennya sakit gigi, dan juga terbuat dari... oke cukup deh segitu aja.
Biarpun ga ada kuliah jam 9, aku ga bilang mama, jadi aja disuruh nganterin Vennia ke sekolah jam 8. Karena aku anak yang berbakti dan juga kakak yang teladan jadi aku anterin deh si Vennia (padahal mah ingin main mehehe). Setelah meletakkan ade aku ditempat yang seharusnya, yaitu di sekolahnya, aku langsung capcus ke kampus. Di jalan, sambil mikir sebenernya ke kampus mau ngapain, tiba-tiba..... BOOM!! jadilah koko crunch!!!! (garing garing garing). Ada sms sodara-sodara!! Dari siapa yaaaah, oooooh dari si cuyuuuung, ada apa yaaaaah, oh nanya udah di kampus ato belom. Menepilah aku di depan sebuah bank yang bernama B*N*I di setiabudhi, berniat dan bertekad untuk membalas dendami sms.
Pas lagi ngetik sms dengan penuh konsentrasi seperti orang yang lagi ngerjain soal SNMPTN, ada yang mencolek aku. (penulis post ini menulis dengan merinding disko dan histeris sampe berbusa) Dengan kaget aku nengok, mencoba merespon siapa itu yang mencolek aku. Pas nengok lebih kagetlah aku!!! Seseorang itu berdiri diatas trotoar yang tinggi, sedangkan diriku yang imut lucu dan menawan ini masih dengan manis duduk di motorku si Velma sambil ngetik buat tambatan hati (sok muntah dulu aja kalo mau).
Lanjutin lagi yaaaah, PAS AKU NENGOK!!! DUAAAAARRR!!!! Ada sesuatu yang kalo kata agama itu adalah aurat, dan kalo tidak ada agama juga itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak perlu diobral-obral. (aduh ini berat banget ngetiknya) Seseorang itu adalah seoonggok wanita tua, yang tidak perlu berpikir atau berkiceup seribu kali buat tau kalo beliau ini adalah orang gila, orang gila yang topless, dan terlihat dua lonceng bagai sedang berdenting disitu (ngerti ga kalian wahai-wahai yang membaca?, kalo tidak mengerti juga no what-what deh). Untung aku ga langsung jungkir balik dan salto dari motor, yang ada aku malah mangap sambil keluar busa.
Nenek itu kayanya umurnya sekitar 50an dan berkata `Neng gaduh cicis?´. Aku yang diburu-buru otak untuk segera kabur dari situ langsung berkata dengan gaya azis gagap lagi nyengir kuda `Ga ada, Bu´. Dengan tetap berdenting si nenek ngeloyor pergi, memunggungi aku. Sms kaga jadi, langsung ajah aku pergi, tanpa menengok ke belakang, karena takut tiba-tiba kejang. Di motor itu aku jadi bingung sendiri aku lagi ada dimana, aku siapa, dan mahluk apa aku ini, perasaan jadi abstrak, merasa bukan manusia tapi alien. Tadi pagi yang badmood berubah jadi entah si badmood harus dilanjutin atau harus muntah darah atau harus ngakak, bingung itu berkumpul menjadi clengo sepanjang jalan sampe kampus dan mikir bakal dapet apa si gue ini hari, pagi-pagi udah dicolek nenek gila wewe gombel.
Ternyata hari itu jadi hari yang ngakak sepanjang hari bersama teman-teman (biasanya juga gitu sih), ini belom aku ceritain sama si kabogoh, abis malu, ntar aku dipoyokin. Tapi ntar diceritain ah, siapa tau kalo diceritain bisa jadi di wisuda besok.
Gini... pagi itu pagi yang bitter (bitter bahasa indonesianya apa sih? *ditimpuk kamus*), pagi yang terbuat dari segayung badmood, sekarung ga enak badan, dan sejumput sarapan pagi, serta sepanci cerewetnya mama pagi-pagi sama segentong jarkom yang bilang kalo jam 9 ga ada kuliah, dosennya sakit gigi, dan juga terbuat dari... oke cukup deh segitu aja.
Biarpun ga ada kuliah jam 9, aku ga bilang mama, jadi aja disuruh nganterin Vennia ke sekolah jam 8. Karena aku anak yang berbakti dan juga kakak yang teladan jadi aku anterin deh si Vennia (padahal mah ingin main mehehe). Setelah meletakkan ade aku ditempat yang seharusnya, yaitu di sekolahnya, aku langsung capcus ke kampus. Di jalan, sambil mikir sebenernya ke kampus mau ngapain, tiba-tiba..... BOOM!! jadilah koko crunch!!!! (garing garing garing). Ada sms sodara-sodara!! Dari siapa yaaaah, oooooh dari si cuyuuuung, ada apa yaaaaah, oh nanya udah di kampus ato belom. Menepilah aku di depan sebuah bank yang bernama B*N*I di setiabudhi, berniat dan bertekad untuk membalas dendami sms.
Pas lagi ngetik sms dengan penuh konsentrasi seperti orang yang lagi ngerjain soal SNMPTN, ada yang mencolek aku. (penulis post ini menulis dengan merinding disko dan histeris sampe berbusa) Dengan kaget aku nengok, mencoba merespon siapa itu yang mencolek aku. Pas nengok lebih kagetlah aku!!! Seseorang itu berdiri diatas trotoar yang tinggi, sedangkan diriku yang imut lucu dan menawan ini masih dengan manis duduk di motorku si Velma sambil ngetik buat tambatan hati (sok muntah dulu aja kalo mau).
Lanjutin lagi yaaaah, PAS AKU NENGOK!!! DUAAAAARRR!!!! Ada sesuatu yang kalo kata agama itu adalah aurat, dan kalo tidak ada agama juga itu adalah sesuatu yang seharusnya tidak perlu diobral-obral. (aduh ini berat banget ngetiknya) Seseorang itu adalah seoonggok wanita tua, yang tidak perlu berpikir atau berkiceup seribu kali buat tau kalo beliau ini adalah orang gila, orang gila yang topless, dan terlihat dua lonceng bagai sedang berdenting disitu (ngerti ga kalian wahai-wahai yang membaca?, kalo tidak mengerti juga no what-what deh). Untung aku ga langsung jungkir balik dan salto dari motor, yang ada aku malah mangap sambil keluar busa.
Nenek itu kayanya umurnya sekitar 50an dan berkata `Neng gaduh cicis?´. Aku yang diburu-buru otak untuk segera kabur dari situ langsung berkata dengan gaya azis gagap lagi nyengir kuda `Ga ada, Bu´. Dengan tetap berdenting si nenek ngeloyor pergi, memunggungi aku. Sms kaga jadi, langsung ajah aku pergi, tanpa menengok ke belakang, karena takut tiba-tiba kejang. Di motor itu aku jadi bingung sendiri aku lagi ada dimana, aku siapa, dan mahluk apa aku ini, perasaan jadi abstrak, merasa bukan manusia tapi alien. Tadi pagi yang badmood berubah jadi entah si badmood harus dilanjutin atau harus muntah darah atau harus ngakak, bingung itu berkumpul menjadi clengo sepanjang jalan sampe kampus dan mikir bakal dapet apa si gue ini hari, pagi-pagi udah dicolek nenek gila wewe gombel.
Ternyata hari itu jadi hari yang ngakak sepanjang hari bersama teman-teman (biasanya juga gitu sih), ini belom aku ceritain sama si kabogoh, abis malu, ntar aku dipoyokin. Tapi ntar diceritain ah, siapa tau kalo diceritain bisa jadi di wisuda besok.
Subscribe to:
Posts (Atom)